APIP Daerah Sebagai Mata Telinga Manajemen Daerah
Auditor Internal Pemerintah di Inspektorat Daerah diharapkan menjadi mata dan telinga bagi pimpinan daerah, baik dalam meningkatkan pengendalian manajemen maupun memberikan solusi atas permasalahan. Itusebabnya,upaya peningkatan Kapabilitas APIP dan Maturitas SPIP menjadi penting.
Dari 26 peserta diklat se-sulawesi, mengharapkan agar APIP di daerah mampu memberikan pegawalan kepada Kepala Daerah dengan jaminan secara memadai bahwa proses tata kelola pemerintah dalam pencapaian tujuan telah diselenggarakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan efesien dan efektif, serta bebas dari korupsi, dengan harapan Inspektorat dapat menjadi motor yang andal kepada semua OPD di lingkungan pemdanya, dalam upaya mendorong peningkatan maturitas SPIP ke level tiga. Disamping, kapabilitas Inspektorat (APIP) itu sendiri harus ditingkatkan ke level tiga pula, dengan pedoman yang telah diterbitkan BPKP.
“Terkait dengan diklat Auditor Muda yang akan diselenggarakan, maka diklat ini penting untuk menjadi bekal bagi peserta sebagai ketua tim yang andal. Dalam level ini, auditor mulai diberikan kewenangan memimpin dalam batas wewenangnya sebagai ketua tim. Untuk itu, materi mengenai Kepemimpinan menjadi sangat relevan. Selain itu, ada pula materi Kebijakan Publik, dimana para peserta diharapkan dapat melihat lebih komprehensif dalam melihat suatu permasalahan atau kasus yang terjadi. Sehingga peserta diharapkan dapat memiliki helicopter view. Yaitu, kemampuan dalam memahami permasalahan baik secara makro maupun mikro. Paham permasalahan secara besaran menyeluruh, tetapi mengerti pemecahan permasalahannya secara detail. Dengan skill ini, diharapkan peserta, sebagai auditor ketua tim nanti, dapat memberikan saran-saran yang tepat bagi perbaikan demi kemajuan masyarakat dan Negara”, imbuhnya.
“Tentu, pimpinan daerah harus selektif. Karena kebiasaan minta dilayani dalam konteks jabatan struktural, harus diubah menjadi melayani dalam konteks jabatan fungsional. Hal mana berbeda dengan para pegawai yang sejak semula memang sudah menapak di jalur fungsional. Paradigma pimpinan di daerah bahwa inspektorat adalah tempat pegawai buangan pun harus dibuang jauh-jauh. Karena seharusnya inspektorat adalah center of excelent. Tempat orang-orang pilihan yang dapat diandalkan. Namun, bagaimana pun, kompensasi batas usia pensiun yang lebih panjang, semoga dapat menjadi motivasi yang tinggi bagi para pegawai untuk menapaki karir dalam jabatan fungsional auditor.
+ komentar + 1 komentar
Asyik
Posting Komentar